Petualangan Mengesankan Melintasi Sumatera

7 Nov 2012

Sejak remaja hingga saat ini saya gemar menjelajahi suatu daerah. Salah satu pengalaman mengesankan saat menjelajah adalah sewaktu saya dan teman saya, Gusman dan Robin,menjelajahi Pulau Sumatera di tahun 2004 silam. Sepanjang perjalanan melintasi Sumatera dari Lampung hingga Aceh, kami disuguhi pemandangan yang luar biasa eksotis. Melihat gunung, lembah, pantai, danau, hutan, kebun karet, kebun sawit, kebun kopi, dan melintasi jalanan yang berkelak-kelok di pinggir jurang yang curam sepanjang Sumatera, menjadi pengalaman hidup mengesankan,yang membekas dalam ingatan saya sampai saat ini. Waktu itu kami bertiga jelajahi Sumatera menggunakan Daihatsu Feroza. Kami memulai perjalanan dari pelabuhan Bakauheni setelah menyeberang menumpang kapal ferry dari pelabuhan Merak. Kebetulan kami semua yang berpetualang saat itu, kampung halamannya berasal dari Sumatera. Perjalanan kami jelajahi Sumatera melintasi banyak kota, diantaranya Bandar Lampung, Kalianda, Lahat, Lubuk Linggau, Kepahiang, Curup, Bengkulu, Muko-Muko, Padang, Padang Sidempuan, Tarutung, Balige, Parapat, Medan, Langkat, Pangkalan Brandan, Kutacane, Kisaran, Tanjung Balai, Muara Bungo. Berbagai tradisi dan kearifan budaya suku lokal kami temui sepanjang perjalanan di Sumatera. Tak ketinggalan pula, kami mencicipi berbagai sajian kuliner khas setempat.

Perjalanan saya , Gusman dan Robin menjelajahi Sumatera di tahun 2004, rutenya hampir sama dengan penjelajahan yang dilakukan oleh Sahabat Petualang Terios 7-Wonders yang menjelajahi Sumatera hingga ke Sabang dari 10 Oktober hingga 24 Oktober 2012 lalu.

9811b63c866da6056b98127d9b5515e6_7-wonder

60f1b1751c9d110e7a894f5066ca423c_sahabat-petualang

(Pic From daihatsu.co.id/terios7wonders/ )

Misi utama Sahabat Petualang Terios 7 Wonders menjelajahi Sumatera yakni ingin menggugah mata dunia akan kekayaan alam Indonesia khususnya pulau Sumatera.Tema perjalanan Sahabat Petualang adalah ‘Sumatera Coffe Paradise‘, dimana Sahabat Petualang tersebut mengunjungi 7 spot kopi yang terkenal di Sumatera. Sumatera sendiri merupakan salah satu daerah penghasil kopi berkualitas di Indonesia.

Tentunya perjalanan menjelajahi Sumatera ini akan seru untuk diceritakan dalam blog ini, jadi saya akan coba ceritakan beberapa pengalaman unik selama jelajahi Sumatera dikolaborasikan dengan cerita penjelajahan ‘Sumatera Coffe ParadiseSahabat Petualang 7 Wonders

Persiapan sebelum jelajahi Sumatera

Sebelum saya dan teman-teman menjelajahi Sumatera,tentunya kami harus mengecek kesiapan mobil Daihatsu yang kami bawa, cek mesin, oli, ban, rem, kopling, radiator. Kami juga harus mempersiapkan spare part cadangan yakni busi cadangan, lampu cadangan, sekering cadangan, dan ban cadangan. Tak lupa kami juga membawa tool kit untuk mengantisipasi masalah saat darurat, misalnya dongkrak, lampu senter.

184936691335f52571c607f23629bcdc_teri4-horz

Check Kondisi Mobil sebelum lakukan Perjalanan Jauh

check kondisi ban sebelum lakukan perjalanan jauh

check kondisi ban sebelum lakukan perjalanan jauh

f3b964ecb29caa81d243d656fc026ca3_terios1

Kondisi dalam mobil harus bersih supaya nyaman sepanjang perjalanan

Radio dan pemutar CD bisa buat tambah ceria perjalanan sambil dengarkan musik

Radio dan pemutar CD bisa buat tambah ceria perjalanan sambil dengarkan musik

Selalu gunakan seatbelt selama perjalanan

Selalu gunakan sabuk pengaman selama perjalanan

Perjalanan di Lampung

Jalur utama darat masuk ke Sumatera dari Jawa dimulai dari pelabuhan Bakauheni. Bila kita merasakan lapar dan ingin beristirahat sebentar setelah menyeberang menggunakan ferry, kita bisa mampir di rumah makan-rumah makan 24 jam yang ada di sekitar sana. Selepas melewati Bakauheni, kami melewati Tanjung Karang,Bandar Lampung,dan Bukit Kemuning. Di sepanjang perjalanan kami melihat rumah tradisional Lampung.

4db26c5785b11c2eb90c13e8d49828e5_rumah-lampung

Dari Bukit Kemuning ini kami memilih jalur ke arah utara menuju Prabumulih, sedangkan tim Sahabat Petualang mengambil jalur berbeda ke arah barat menuju Liwa, Lampung Barat. Provinsi Lampung merupakan sentra utama penghasil kopi Arabika. Di sepanjang jalan di daerah Lampung terdapat banyak kebun kopi.

a74b1784ef33229fdc736f83492e590d_kopi-lampung

Tim Sahabat Petualang Terios 7 Wonders sendiri berkesempatan melewati kota Liwa. Disana mereka mengunjungi salah satu kebun kopi di dekat danau Ranau yang indah. Disana mereka mencicipi Kopi Luwak yang merupakan kopi termahal di dunia. Kopi Luwak merupakan kopi yang didapat dari kotoran Luwak yang memakan biji kopi matang. Biji Kopi yang dimakan ini selanjutnya terfermentasi dan keluar jadi kotoran berwujud biji kopi. Kotoran ini dikumpulkan dan dipisahkan agar tak lagi berbentuk gumpalan. Setelah itu baru dijemur hingga kering. Barulah biji kopi yang sudah bersih dan kering dibawa ke pabrik pengolahan kopi. Inilah alasannya mengapa Kopi Luwak mahal sekali. Selain karena proses pembuatannya lumayan susah, hanya kopi terbaik saja yang dimakan Luwak.

Kopi Luwak

Kopi Luwak

Perjalanan di Sumatera Selatan

Selepas dari Prabumulih saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan ke kota Lahat. Jalan berkelak-kelok di sisi tebing kami lintasi sepanjang perjalanan di Lahat. Dari Lahat kami melanjutkan ke Lubuk Linggau,sebuah kota kecil yang cukup ramai dengan pasar dan toko kelontong. Di Lubuk Linggau kita bisa menikmati sajian khas disana, yaitu martabak India,burgo,dan model gandum. Tim Sahabat Petualang juga melintasi Lahat,tapi sebelumnya mereka singgah terlebih dahulu di kota Pagar Alam, yang terletak di sebelah timur laut kota Liwa. Kota Pagar Alam terletak di bawah kaki Gunung Dempo. Selain sebagai penghasil kopi Robusta,di Pagar Alam terdapat juga perkebunan teh yang asri.

034af3ca586fa8f97e0d9dc332626cc4_mount-dempo

Perkebunan Teh Pagar Alam (triptourism)

Banyak pula situs-situs Megalitikum dari jaman kerajaan Sriwijaya yang bisa kita temui di Pagar Alam.

Arca Megalitik i Pagar Alam (foto from tribunnews)

Arca Megalitik Pagar Alam (pic from tribunnews)

Perjalanan di Bengkulu

Dari Lubuk Linggau lalu kami meneruskan perjalanan ke provinsi Bengkulu. Kami melewati Curup dan Kepahiang. Jalanan sepanjang Kepahiang dikelilingi oleh hutan yang rimbun. Bila sedang beruntung, di waktu tertentu kita bisa melihat kuncupnya bunga Raflesia di daerah itu.Banyak mata air mengalir di sepanjang pinggir jalan dekat rerimbunan hutan Kepahiang, air dari mata air itu bisa kita minum langsung tanpa dimasak.

d63d170d9c023bbead6c968666f2c862_mata-air

mata air di Kepahiang

Setelah melalui jalanan menurun berkelok, kami sampai di kota Bengkulu. Kota Bengkulu merupakan kota yang terletak di pinggir pantai Samudera Hindia. Salah satu pantai didi Bengkulu yang menjadi objek wisata terkenal adalah Pantai Panjang. Jalanan di sepanjang Pantai Panjang sudah tertata rapi. Pasir di Pantai Panjang sangat bersih. Disana kita bisa menikmati berbagai jajanan seperti rempeyek kepiting, emping melinjo, dan lempuk durian.

0f7da2652ce32dda259bf6bf02997cbe_images

Pantai Panjang

Di kota Bengkulu kita juga bisa mengunjungi rumah ibu Fatmawati Soekarno,dan juga danau Dendam Tak Sudah. Selepas dari kota Bengkulu, kami melanjutkan perjalanan melewati Pekik Nyaring, Ketahun, dan singgah di Muko-Muko. Di sepanjang perjalanan kami disuguhi keindahan pemandangan Samudera Hindia, namun sayangnya di beberapa titik jalan kami temui jalanan rusak terkena abrasi air laut. Muko-Muko terletak di bibir pantai. Disana kami juga mengunjungi Bendungan Air Manjunto

42863a5c7a2381d61ea8fee3e2129839_bendungan-muko-muko

Perjalanan di Sumatera Barat

Setelah melewati indahnya kota Padang yang berada di pinggir pantai ,kami melewati kota Solok dengan menatap panorama Danau Singkarak.Kami juga melewati kota Bukit Tinggu yang sejuk. Di kota Bukit Tinggi kami menikmati renyahnya Sanjai (Keripik Balado).

b26963c939d4865ef10cc4a5a0eeae3d_sanjai

Sanjai Bukit Tinggi

Perjalanan di Sumatera Utara

Kami melanjutkan perjalanan menuju Sumatera Utara melalui Lubuk Sikaping. Kami singgah sebentar di Kotanopan, lalu sampai di Padang Sidempuan. Di Padang Sidempuan kami menikmati manisnya salak Sidempuan yang dijajakan para pedagang di pinggir jalan.

4fff29f330b2e8e9a500c7e908058406_salak-sidempuan

Salak Sidempuan (pic from ANTARA)

Lalu kami meneruskan perjalanan melewati Sipirok. Jalanan banyak yang rusak ketika melewati jalur ini. Ada satu titik jalan di Aek Lotung Sipirok yang amblas membentuk huruf U, jadi mobil yang melintas disini harus hati-hati untuk tidak tergelincir dan terbalik, terutama di musim hujan. Lalu kami melintasi Simangumban dan Pahae, di sana terdapat banyak mata uap sepanjang sisi jalan. Selanjutnya kami singgah di kota Tarutung, disana kami menikmati segelas kopi panas di sebuah kedai di pinggir sungai Sigeaon. Sekitar 2 km dari kota Tarutung, kami mandi di pemandian air panas Sipoholon. Berjejer puluhan rumah pemandian air panas di Sipoholon. Di atas rumah pemandian terdapat kubangan besar sumber mata air panas, di sekitar kubangan mata air panas Sipoholon, ada sebuah gua stalagtit yang eksotis.

c34b0910743213c5107d0385c9aa7a08_air-panas

mata air panas Sipoholon

Di sekitar pemandian air panas, berjejer rumah penduduk yang menjual kacang kering yang mereka namai kacang Sihobuk.

Selanjutnya kami melewati Balige, dari sini kami sudah bisa melihat pemandangan indah Danau Toba. Sejam kemudian kami tiba di Parapat. Panorama menakjubkan Danau Toba bisa kami lihat dari pinggir tebing di Parapat. Disana kami menikmati kopi Sidikalang di warung sambil menatap Danau Toba yang eksotis yang ditengahnya terdapat Pulau Samosir.

859d207c0ab2c329c1e5270f703e37e0_toba

Keindahan Danau Toba

ab2066090aba7e21fb6b0b6e6f03738c_danau-toba

Puas menatap Danau Toba di Parapat, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Medan. Kami melewati beberapa kota, yakni Pematang Siantar, Tebing Tinggi, dan Deli Serdang.

Medan merupakan kota yang penduduknya majemuk,terdiri dari berbagai suku dan ras,ada suku Melayu, Batak, Aceh, Padang, Jawa, keturunan Tionghoa, dan keturunan India. Karena itu banyak pilihan kuliner terdapat di Medan, yang berasal dari penganan tradisional suku-suku tersebut.

Kuliner Medan

Kuliner di Medan

Kami melanjutkan perjalanan ke kota Binjai dan Langkat, dengan tujuan Bukit Lawang. Di Bukit Lawang kami mengunjungi Taman Bukit Lawang, yang merupakan tempat konservasi orang utan.

Orang Utan Bukit Lawang (pic from Bukit Lawang)

Orang Utan Bukit Lawang (pic from Bukit Lawang)

Perjalanan di Aceh

Sahabat Petualang Terios 7 Wonders berkunjung ke Takengon sewaktu mengunjungi Aceh. Disana mereka melihat perkebunan kopi Gayo. Kopi Gayo sendiri merupakan kopi jenis Arabica dengan citarasa yang khas. Di Takengon kita juga bisa melihat keindahan Danau Laut Tawar.

267514b5e61b9f54dcf97cbbc5357c8c_wajah-petani-kopi-gayo

Petani Kopi Gayo (pic from daihatsu.co.id)

Dari Takengon,Sahabat Petualang Terios 7 Wonders melanjutkan perjalanan ke Banda Aceh, lalu menyeberang ke Sabang. Di Sabang mereka menuju titik Nol kilometer di ujung pulau Weh. Seremoni singkat menandai berakhirnya ekspedisi Terios 7 Wonders dilakukan di Tugu Nol Kilometer. Plakat Terios 7-Wonders yang dibawa tim diserahkan oleh Tunggul Birawa selaku komandan tim kepada Amelia Tjandra. Selanjutnya plakat ini diserahkan kepada dr. Togu yang mewakili pemda Sabang. Plakat ini akan ditanam di lokasi yang memang sudah disediakan di sekitar lokasi tugu Nol Kilometer.

Penyerahan Plakat Penghargaan Kepada Sahabat Petualang Terios 7 Wondres (pic from daihatsu.co.id)

Penyerahan Plakat Sahabat Petualang Terios 7 Wondres (pic from daihatsu.co.id)

Berbeda dengan perjalanan yang ditempuh Sahabat Petualang Terios 7 Wonders, sewaktu kami mengadakan perjalanan melintasi Sumatera tahun 2002, situasi keamanan kurang kondusif untuk menjelajahi Aceh. Kebetulan saya mempunyai kerabat yang tinggal di Kutacane, sebelah tenggara Banda Aceh, yang berdekatan dengan kota Binjai. Jadi di Aceh kami hanya menyinggahi daerah Kutacane saja. Kami juga disuguhi kopi  Gayo yang nimat, sewaktu singgah di rumah kerabat saya di Kutacane.

biji kopi Gayo

biji kopi Gayo

Seusai dari Kutacane,kami memutuskan kembali ke Jakarta melewati jalur berbeda dari rute yang kami jalani sewaktu berangkat. Dari Bukit Tinggi kami mengambil rute melewati Muara Bungo, Bangko, Sarolangun dan Lubuk Linggau.

Perjalanan di Jambi

Kami hanya melintasi provinsi Jambi, tidak singgah disana. Di sepanjang jalan kami melewati ribuan hektar perkebunan karet yang ada disana. Kami melewati anak sungai Batanghari di daerah Sarolangun.

34e4045ab47e43e2c84ba1f05a22c868_sungai-batanghari

Sunset di anak sungai Batanghari

Sepanjang perjalanan kami melintasi 7 provinsi di Sumatera,tak henti-hentinya kami terkagum-kagum dengan keindahan alam ciptaan sang Maha Pencipta. Karena itu kami bertekad untuk sebisa mungkin belajar mencintai dan menjaga alam, dimanapun kami berada.


TAGS Mobil Sahabat Petualang


-

Author

Follow Me


Archive