Surabaya..Surabaya..Ooh Surabaya..
Kota kenangan..Kota kenangan..takkan terlupa..
Seorang penyanyi wanita menyanyikan merdu lagu SURABAYA di salah satu ruangan studio musik tempatku beraktifitas. Lirik lagu Surabaya yang pertama kali dipopulerkan tahun 1966 oleh band rock wanita Dara Puspita, membawa kembali memoriku tentang kota Surabaya.
Patriotik ala Arek Suroboyo
Saya pertama kali mengenal kota Surabaya dari kisah romantika patriotisme perjuangan Arek Suroboyo(panggilan khas orang Surabaya) yang diceritakan guru saat pelajaran Sejarah waktu SD. Hingga kini cerita-cerita patriotik Arek Suroboyo masih terakam kuat di dalam memori pikiran saya . Cerita Arek Suroboyo yang menolak menyerah kepada Sekutu pada 10 November 1945,juga cerita tokoh pemberani asal Surabaya bernama Bung Tomo yang tak gentar berorasi mengobarkan semangat perjuangan melawan penjajah,dan kisah heroik pemuda-pemuda Surabaya yang merobek warna biru bendera Belanda di Hotel Yamato.

Bung Tomo ; foto:ARSIP NASIONAL

Patriotisme Pemuda Suroboyo di Hotel Yamato ; FOTO:Arsip Nasional
Semua cerita yang kudengar saat saya kecil itu,menyiratkan satu hal,Arek Suroboyo sangat setia kawan,berani membela bangsa atau temannya sendiri tanpa pamrih.
Setia Membawa panji Surabaya
Saya seorang penggemar sepakbola,terutama liga Inggris dan liga Champion. Sesekali saya juga menonton pertandingan sepakbola dalam negeri,baik lewat televisi ataupun menonton langsung di stadion. Dari beberapa kali menonton partai liga Indonesia,saya selalu mengingat semangat ala BONEK(panggilan khas yang disematkan pada suporter sepakbola Surabaya). Banyak orang pasti akan lebih dulu memberi stigma negatif terhadap BONEK,ini bisa jadi karena pemberitaan tidak berimbang yang disiarkan di TV mengenai BONEK,yang selalu menyudutkan BONEK sebagai pembuat kerusuhan. Padahal mereka(BONEK) adalah orang-orang yang bersemangat tinggi setia membawa nama SURABAYA kemana pun mereka berada.

BONEK yang setia membawa panji SURABAYA ; foto:ANTARA
Pada tahun 2005 lalu,saya menonton partai 8 besar Liga Indonesia,saat itu dilangsungkan pertandingan PERSEBAYA SURABAYA melawan PSM Makassar. Saya dan teman saya Safari secara tidak sengaja terdampar di antara kerumunan BONEK. Sempat ada kekhawatiran juga kami akan dijahili para BONEK. Namun karena secara spontan kami meneriakkan yel-yel ‘Hidup PERSEBAYA’ diantara kerumunan BONEK,kami langsung dianggap teman oleh rombongan BONEK. Berbaur dengan BONEK saat pertandingan PERSEBAYA merupakan salah satu pengalaman hidup saya yang paling menantang dan mengesankan. Disitulah saya melihat secara dekat bahwa Arek-Arek Suroboyo begitu cinta sesuatu yang membawa nama SURABAYA(dalam hal ini PERSEBAYA SURABAYA).
Semangat Sosial Surabaya
Beberapa bulan silam saya terkesan dengan sebuah berita di Surabaya. Seorang anak kecil bernama Adit yang berusia 5 tahun,hidup mandiri sambil merawat dengan tulus ibunya yang lumpuh. Ayah Adit ini sudah lama menghilang entah kemana sejak ibunya Adit sakit. Adit yang tinggal bersama ibunya di sebuah rumah kontrakan,secara mandiri merawat ibunya dan juga melakukan aktivitas pekerjaaan rumah antara lain mencuci pakaian. Ternyata kecintaan Adit terhadap ibunya dirahmati oleh ALLAH. Beberapa aktivis komunitas Detik Surabaya yang mengetahui kisah Adit segera melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu Adit. Penggalangan dana untuk Adit yang diprakarsai komunitas Detik Surabaya mendapat respon luar biasa dari masyarakat,terkumpul hingga 185 juta rupiah. Hasil penggalangan dana bantuna kepada Adit pun diserahkan dalam bentuk polis asuransipendidikan dan pembelian rumah untuk Adit.

Adit bersama Komunitas Detik Surabaya ; Foto:Detik Surabaya/Agung Wigianto
Persahabatan ala Blogger Surabaya
Sebagai seorang blogger yang masih cukup aktif ngeblog saya berusaha berteman dengan berbagai blogger se Indonesia,termasuk bertaman dengan blogger asal Surabaya,tentunya blogger asal Surabaya memiliki latar belakang jiwa kesetiakawanan yang tinggi. Salah satu kenangana saya merasakan kehangatan persahabatan tanpa pamrih blogger Suroboyo saatmenghadiri menghadiri Kopdar 1000 Blogger di Sidoarjo. Tim panitia inti Kopdar 1000 Blogger kebanyakan berasal dari Surabaya,ada beberapa orang yang pernah berkenalan dan ada juga yang baru saya kenal saat acara itu. Disaat beberapa blogger yang berasal dari kota metropolitan dengan segala ‘keangkuhannya’ memisahkan diri menginap di hotel,panitia inti Kopdar 1000 Blogger Sidoarjo yang berasal Surabaya dengan segala kerendahan hati dan kesetiakawanan yang tinggi,ikut bergabung menginap bersama di aula mess sederhana GOR tempat ribuan blogger lainnya menginap. Saya sangat terkesan dengan cita rasa persahabatan ala blogger Suroboyo ini.
Oh ya,mungkin banyak orang yang mengikuti lomba Ekspresinya Blogger Indonesia tidak menyadari bahwa orang-orang yang ada di dalam banner lomba sebagian besar adalah blogger-blogger asal Surabaya. Terbukti nyata bahwa foto kemesraan persahabatan dengan Blogger Surabaya telah menjadi sebuah simbol manisnya persahabatan.
HIDUP AREK SUROBOYO ! TETAPLAH SETIA KAWAN TANPA PAMRIH !








Terkesan membaca postingan ini.. sebagai Arek Suroboyo saya merinding dan salut sekali karena masih ada yang memandang bahwa Arek Suroboyo tak se negatif dengan apa yang diberitakan..
Satu kalimat saya ucapkan ‘Trima Kasih banyak’ atas apreasinya terhadap Kota Suroboyo dan Arek-arek Suroboyo..
Makasih sudah mampir ke blog ini mbak Yuni,artikel ini sekedar menuliskan apa yang ada di pikiran saya tentang Arek Suroboyo
nah seharusnya seperti itulah arek Suroboyo